TRON memungkinkan para kreator menerima uang secara langsung. Tetapi apakah ini kebebasan—atau bentuk ketergantungan baru?
Bayangkan sebuah dunia di mana seorang musisi menerbitkan sebuah lagu dan menerima uang langsung dari pendengar—tanpa Spotify, tanpa YouTube, tanpa biaya perantara. Di mana seorang penulis menjual buku kepada pembaca, bukan kepada penerbit. Inilah mimpi di balik TRON. Sebuah blockchain yang dirancang untuk menjadi fondasi internet terdesentralisasi, di mana konten dan imbalan mengalir langsung dari satu orang ke orang lain.
TRON tidak mencoba menggantikan uang atau bank. Ia ingin menggantikan platform. Jejaring sosial, layanan streaming, pasar—semua ini, menurut para kreator TRON, harus ada di atas fondasi yang terbuka dan netral. Pengguna menyimpan data mereka, kreator menyimpan pendapatan mereka. Dan semua ini berjalan di atas blockchain dengan biaya rendah dan kecepatan tinggi.
TRON menggunakan Delegated Proof-of-Stake (DPoS): 27 "super representative" (validator) mengkonfirmasi transaksi. Ini membuat jaringan cepat—hingga 2.000 transaksi per detik—dan hampir gratis. Sebagian besar transaksi bebas komisi: pengguna "menyewa" bandwidth dengan saldo TRX mereka. Ini memungkinkan penggunaan jaringan secara luas, dari transfer hingga dApps yang kompleks.
TRON sangat populer di Tiongkok dan Asia Tenggara, meskipun ada larangan terhadap mata uang kripto di Tiongkok (pendirinya, Justin Sun, berasal dari Tiongkok).
- Tether (USDT) di TRON adalah salah satu token paling aktif di dunia, dengan omset harian miliaran dolar.
- Game, media sosial, dan platform periklanan menggunakan TRON untuk pembayaran mikro.
- BTTC (BitTorrent Chain) adalah jembatan yang menghubungkan TRON dengan Ethereum dan BNB Chain, memperluas ekosistemnya.
TRON bukanlah jaringan yang paling terkenal, tetapi merupakan salah satu yang paling praktis untuk terjemahan di dunia nyata.
Fitur utama TRON adalah hubungannya yang kuat dengan pendirinya dan yayasan Tron DAO. Meskipun jaringan ini secara teknis terdesentralisasi, banyak keputusan penting masih berasal dari atas. Ini memberikan arah yang jelas, tetapi menimbulkan pertanyaan: sejauh mana "kebebasan konten" ini independen dari satu individu?
Para kritikus menyebut TRON sebagai "blockchain tersentralisasi." Para pendukung menjawab: jaringan tersentralisasi yang berfungsi lebih baik daripada jaringan yang sempurna, tetapi tidak praktis.
TRON tidak berteriak tentang menggulingkan sistem. Ia menawarkan ekonomi perhatian alternatif: platform yang membayar Anda untuk menonton, daripada menjual perhatian Anda kepada pengiklan. Ini bukanlah utopia—ini didasarkan pada protokol yang sudah berfungsi seperti TronLink, SunSwap, dan APENFT.
Tetapi keberhasilan TRON tidak bergantung pada kodenya, tetapi pada adopsi massal oleh para kreator konten. Untuk saat ini, mereka lebih memilih Instagram—meskipun dengan keterbatasannya.
TRON mengingatkan kita: teknologi saja tidak membebaskan. Teknologi menyediakan alat-alatnya. Dan jika mimpi internet terdesentralisasi menjadi kenyataan, TRON kemungkinan akan menjadi salah satu pilarnya—meskipun dunia tidak menyadarinya.
Diperbarui 02.01.2026
Rank
Symbol
Category
Price
Capitalization
Solana menjanjikan 65.000 transaksi per detik—tetapi dengan mengorbankan beberapa hal. Mengapa para pengembang mengejar hal ini, dan apa artinya bagi Anda?
Dibuat dari awal pada tahun 2017, Cardano memprioritaskan ketelitian akademis. Keandalan di atas kecepatan—dan implementasi nyata di atas janji.
BNB dimulai sebagai diskon di bursa dan telah menjadi mata uang seluruh dunia blockchain. Bagaimana hal itu terjadi – dan mengapa hal itu penting.
Apa itu Ethereum dan apa perbedaannya dengan Bitcoin? Sederhana, jujur, dan tanpa jargon—bagi mereka yang ingin memahami, bukan berspekulasi.